Merokok Dapat Menyebabkan Kualitas Anak Bangsa Menurun
Tampilan masa depan bangsa ditentukan oleh bagaimana kondisi dan tampilan generasi muda hari ini. Generasi muda menjadi komponen penting yang perlu dilibatkan dalam pembangunan sebuah bangsa. Hal ini dikarenakan generasi muda memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif dan juga memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi. Tanpa adanya generasi muda, maka bangsa akan sulit mengalami perubahan. Salah satu penyebab kualitas anak bangsa menurun adalah merokok. orang yang mengonsumsi rokok disebut sebagai merokok, menurut iklan(2012) merokok adalah menghisap asap tembakau yang di bakar ke dalam tubuh dan menghembuskannya kembali keluar. Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang di gulung atau di bungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar kelingking dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan pabrik bahan kimia berbahaya karena hanya dengan membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat di produksi lebih dari 4000 jenis bahan kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya biasa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker.
Mengapa merokok dapat menyebabkan kualitas anak bangsa menurun? berikut ini ada beberapa alasan paling popular seseorang pertama kali merokok antara lain; tuntutan sosial,ditawari oleh teman dan merasa tidak enak untuk menolaknya. Ingin terlihat keren atau dewasa dan sebagai bentuk perlawanan kepada lingkungan keluarga(orang tua) ketika ada masalah.selain itu, rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA (narkotika, psikotropika, Alkohol,dan zat Adiktif.
Menurut Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI menyebut bahwa konsumsi rokok di kalangan pelajar masih tinggi. Sejumlah faktor turut memengaruhi hal tersebut, salah satunya iklan rokok. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan prevalensi perokok tertinggi di dunia. Tingginya jumlah perokok tersebut sebagian berasal dari kalangan remaja.” Ada 18,8 persen pelajar usia 13-15 tahun yang merupakan perokok aktif. Sementara 57,8 persen pelajar usia 13-15 tahun terpapar asap rokok. Sementara dari sisi pencegahan, agar tidak membeli rokok, Agus mengungkapkan ada 60,6% pelajar yang tidak dicegah ketika membeli rokok. Bahkan ada 56% pelajar yang melihat orang membeli rokok dan merokok.
Dari data tersebut, perokok aktif sebagian berasal dari kalangan remaja atau sebagian besar adalah peserta didik. Bagaimana masa depan bangsa jika sebagai generasi penerus bangsa Indonesia di masa mendatang harus dapat mewujudkan cita dan tujuan nasional dengan memiliki 3 modal dasar membuat peserta didik di sebut sebagai agent of change(agen perubahan) dan agent of social control(agen pengawas sosial) yaitu kekuatan moralnya dalam berjuang karena intinya apa yang dibuat adalah semata-mata berlandaskan pada gerakan moral yang menjadi idealisme dalam berjuang. Tujuan utama yang harus menjadi orientasi dalam pendidikan, salah satunya adalah mengembangkan potensi dan mencerdaskan manusia menjadi semakin lebih baik. Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan.
Astrada Ch Selli, Guru di SMA N 1 Fatuleu, Kab. Kupang
Menurut Kementrian Kesehatan semakin tahun semakin bertambah jumlah perokok di kalangan anak muda. Tentu sangat mengkhawatirkan sehingga butuh ditangani lebih serius. Mengapa Merokok meyebabkan kualitas anak bangsa menurun ?karena toksin yang ada di salam rokok berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh seseorang. Menurunnya kesehatan tentu akan berpengaruh pada kualitas berpikir generasi muda tersebut sehingga apabila dibiarkan maka Negara ini akan kehilangan kesempatan mendapatkan pelanjut kekuasaan dengan kualitas baik, yang tak hanya sehat fisiknya saja namun juga baik kualitas mental dan pikirnya.
Selain itu, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Negara Indonesia saat ini berada di Era kompetensi global yang sangat ketat. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Indonesia butuh sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dengan Negara-negara lain. Wakil ketua MPR RI H. Yandri Susanto,S.pt menyebutkan bahwa sektor pendidikan yang berkualitas adalah faktor utama lahirnya Sumber Daya Manusia(SDM) yang unggul. Oleh karena itu, jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya maka salah satu hal yang dapat menyebabkan kualitas anak bangsa menurun adalah rokok yang akan berakibat fatal saat meraih cita-cita.
Dengan demikian, kemajuan suatu bangsa di masa sekarang dan masa akan datang akan sangat ditentukan oleh generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa itu sendiri, generasi muda yang berkualitas dihasilkan dari adanya sistem pendidikan yang berkualiats pula. Tidak mungkin akselerasi kemajuan bangsa dapat terwujud di masa datang tanpa di dukung oleh kemajuan di bidang pendidikan. Dalam hal ini pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga dan bernilai luhur, terutama bagi generasi muda yang akan menentukan maju mundurnya suatu bangsa. Pendidikan dapat dijadikan tolak ukur pada setiap manusia. Meskipun jenis pendidikan yang biasa didapatkan tidak hanya pendidikan formal tetapi juga dalam pendidikan non formal.
Jika baik kondisi generasi muda suatu negara hari ini, maka akan baik juga perubahan yang di cetuskannya.sehingga jika merokok sangat berbahaya dan tidak baik untuk kesehatan, karena zat nikotin yang memiki efek yang tidak baik seperti membuat ketagihan, merusak jaringan otak, menyebababkan darah mudah mengumpul, juga menyempitakan arteri maka, apa jadinya bangsa ini jika masa depan bangsa tergantung dengan zat nikotin yang ada dalam rokok tersebut yang dengan sendirinya cara berpikir akan menurun dan dapat disimpulkan anak bangsa dengan kualitas tidak maksimal karena merokok dapat menyebabkangenerasi muda ( peserta didik ) akan mengalami penurunan daya tangkap/kurang fokus belajar, mengalami gangguan kecemasan, sulit memahami pelajaran karena mengalami penurunan daya tangkap, kurang aktif,hingga menyebabkan anak tersebut mengalami depresi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar sehingga apa jadinya bangsa ini jika memiliki kualitas anak bangsa yang tidak berkualitas akibat dari merokok.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Berpendidikan Saja Tidak Cukup Tanpa Etika
Mengapa pendidikan sangat penting? karena dengan pendidikan manusia akan menjadi lebih baik dan berkarakter. Menurut Ki Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional) menjelaskan
Guru Hebat
Tak pernah terbayang Dapat bertemu denganmuGuru hebat berhati malaikat Bukan siapa-siapaHanya orang asing Yang selalu ada saatku patah harapan Terpendam sejuta kataTak bisa kuucapAku
Marilah Kita Berhamba Kepada Sang Anak
Berbagai pemikiran yang mewarnai penyelenggaraan pendidikan Nasional saat ini menempatkan anak bangsa pada posisi istimewa, posisi yang setara dengan guru dan orang tua sebagai ujung to
Ambrosius Pan: SMAN 1 Fatuleu Ada Karena Dukungan Masyarakat, Terapkan Manajemen Partisipatif
Saat Awal Pendirian, Sempat Gelar KBM di Bawah Pohon SMAN 1 Fatuleu di Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang didirikan pada tahun 2006. Saat itu, karena belum memiliki ruang kel
Cara Belajar yang Efektiv dan Efisien
Belajar pagi para siswa hingga mahasiswa adalah sebuah kewajiban sebagaimana predikatnya sebagai pelajar. Pelajar yang baik tentunya harus belajar yang baik, belajar yang baik adalah be
